DERITA JOMBLO KIFARAT DOSA
DERITA JOMBLO, KIFARAT DOSA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
Assalamu’alaykum Warahmatulah Wabarakatuh...
Tulisan ini sepenuhnya diambil dari ceramah Ustadz Hanan At-Taqi
yang diambil intisarinya.
DERITA JOMBLO ADALAH KIFARAT DOSA
Jomblo adalah Ujian.
Punya pacar adalah Musibah.
Memiliki pasangan sah (suami/istri) adalah Rahmat.
Orang yang paling
banyak diuji adalah para nabi, para shalihin dan orang-orang yang semisalnya.
Berbahagialah sebagai seorang jomblo, karena jomblo adalah salah satu ujian
dari Allah sebagai tanda bahwa kita hampir selevel dengan para nabi dan
shalihin dalam hal diuji.
Silahkan baca
Alquran surat Al-Imran [3] ayat 14 sampai 17 berikut:
Terjemahan:
“14. Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
15. Katakanlah:
"Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian
itu?". untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan
mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal
didalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta
keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.
16. (yaitu)
orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah beriman, Maka
ampunilah segala dosa Kami dan peliharalah Kami dari siksa neraka,"
17. (yaitu)
orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya
(di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.”
Wanita, anak, harta dan peliharaan
adalah perhiasan dunia atau kesenangan dunia. Namun di waktu yang sama,
perhiasan dunia atau kesenangan dunia adalah ujian dari Allah Swt. Ujian yang
menarik adalah inta (hubb). “Hubb” (cinta) menjadi gejala yang paling besar di
masyakarat kita. Bahkan dijadikan sebagai sesembahan. Hingga ada istilah “atas
nama cinta” bahkan ada orang yang rela mati demi orang yang dicintainya, dan
lain-lain. Orang yang paling diuji dengan hubb ini adalah para pemuda yang
belum menikah (sebut saja jomblo). “Atas nama cinta” seorang jomblo bisa
berbuat dosa besar. Cinta yang arahnya kepada syahwat ini adalah ujian dan
fitnah kepada orang-orang yang beriman.
Nabi Saw. mengajarkan banyak ilmu
kepada para pemuda yang belum menikah. Hal ini terbukti dari adanya bab
Fitnatusy Syabab berupa nasihat nabi untuk para pemuda. Diantaranya dalah hadis
Nabi Saw berikut, “Berbahagialah kalian jika kalian adalah seorang jomblo,
karena sesungguhnya Allah Swt. memberi balasan kepada seseorang tergantung
tingkat kesulitannya dalam beramal.” Dan orang yang paling sulit itu justru di
masa muda, apalagi yang masih muda, apalagi yang belum pernah berhubungan sex
karena akan peasaran. Maka kata nabi berbahagialah.
Banyak anak muda sekarang yang lebih
mementingkan hura-hura, bersenang-senang dengan pacaran dsbg. Di Indonesia,
menjadi jomblo itu sulit. Tidak seperti di Arab, ketika ada dua orang muda-mudi
yang berdua-duaan, akan ditanya surat nikahnya. Ketika check in ke hotel pun
akan ditanya surat nikahnya. Berbeda dengan di Indonesia, berdua-duaan bukan
mahrom itu hal biasa.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan
Muslim, terdapat 7 golongan yang mendapat naungan Allah di Padang Mahsyar,
golongan nomor 2 nya adalah pemuda yang tumbuh dalam keadaan taat kepada Allah.
Rasul pun bersabda, “Sesungguhnya anak muda yang datang ke mesjid, lebih
dicintai Allah daripada orangtua yang datang ke mesjid.” Dalam hal ini,
digunakan kata “Syakun” karena menjadi pemuda yang soleh itu berat, modalnya
IMAN dan SABAR (bukan kekuatan fisik). Golongan nomor 5 adalah seorang lelaki
yang digoda oleh wanita kaya dan cantik untuk berzina, kemdian mengatakan “saya
takut kepada Allah.”
“Orang yang beribadah di masa sulit,
pahalanya seperti hijrah kepada Rasul Saw.” Jomblo itu keadaan yang sulit, jika
kita tetap beribadah ketika jomblo, kita mendapat pahala seperti para
Muahjirin, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan sahabat Muhajirin lain. Seorang
muslimah sholehah yang masih jomblo, pahalanya lebih besar daripada laki-laki
sholeh yang jomblo. Karena ujiannya lebih besar daripada laki-laki.
Menjadi jomblo adalah kesempatan
untuk mendapat level yang istimewa. Hadis Nabi Saw dari Ali, “Ibadah yang
paling baik adalah menunggu adanya kelapangan di masa-masa yang sulit.” Hal ini
lebih afdhol daripada ibadah-ibadah yang mubah, lebih afdhol daripada ibadah
yang sunnah, namun tidak lebih afdhol daripada ibadah yang wajib. Misalnya,
seseorang yang berumur 27 tahun, mengharapkan pernikahan sejak tamat SMA
(sekitar 18 tahun), maka selama masa penantiannya (9 tahun) dihitung ibadah setiap
detiknya oleh Allah Swt. Penantian ini tidak hanya untuk jodoh, namun untuk
segala hal, baik ujian fisik, perasaan, syahwat. Menanti datangnya kesembuhan,
menanti terbayarnya hutang sambil terus bekerja keras, menanti hadirnya buah
hati, dll. Semua penantian itu dihitung ibadah asalkan tidak melakukan dosa
selama masa penantian dan bersabar.
Apa amanat atau nasihat Nabi Saw
untuk para jomblo? Yaitu menjaga Iffah. Artinya menghindari dosa-dosa yang
diharamkan Allah Swt. Iffah dalam urusan syahwat dengan menjaga kemaluannya.
Iffah dalam urusan rezeki dengan menjaga diri untuk tidak meminta-minta. Tugas
yang paling luar biasa pahalanya di sisi Allah Swt. Berikut hadis dari Abu
Hurairah, Nabi bersabda: “Ada 3 golongan manusia yang Allah pasti akan menolong
mereka, yaitu: 1) mujahid fi sabilillah 2) Al-makatib.... 3) Orang yang menikah
karena ingin menjaga iffah.”
Ulasan ringkas materi di atas:
Pemuda yang belum menikah, akan
mendapatkan janji dari Allah yaitu:
1. Menjadi
salah satu dari golongan Muhajirin.
2. Digolongkan
ke dalam satu golongan yang mendapat naungan Allah di Padang Mahsyar.
3. Pemuda
yang taat. Setiap detiknya bernilai ibadah di sisi Allah.
Cara mendapatkan semua yang di atas
tadi sedangkan kita belum menikah? Jawabannya ada di Alquran surat An-Nur ayat
33:
Terjemahan:
“Dan
orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya,
sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. dan budak-budak yang kamu
miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat Perjanjian dengan
mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada
mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. dan
janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang
mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari Keuntungan
duniawi. dan Barangsiapa yang memaksa mereka, Maka Sesungguhnya Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.”
Menjaga Iffah dalam hal makan dengan
tidak rakus. Menjaga Iffah dalam urusan berpakaian dengan mengenakan pakaian yang
pantas, bersih dan menarik. Yang paling tinggi pahalanya yaitu menjaga Iffah
dengan menahan hawa nafsu. Allah sendiri mengatakan tidak tercela orang yang
menikah karena ingin menjaga kehormatan, karena hawa nafsu.
Rasul besabda, “Siapa yang menjaga
kehormatannya, Allah yang akan menjaga Iffahnya.” Iffah dengan tidak mengganggu
istri orang lain. “Iffah-lah kalian sehingga Allah akan menjaga iffah
pasangannya.” Siapa yang istrinya tidak mau diganggu orang lain, maka jangan ganggu
istri orang lain. Siapa yang adiknya tidak mau diganggu orang lain, maka jangan
ganggu adik orang lain. Karena “balasan itu tergantung jenis amal”. Wallahu a’lam.
Laki-laki yang baik itu adalah yang pencemburu. Posesif dalam Islam itu baik.
Karena Nabi pernah bersabda, “Ada 2 orang yang tidak akan masuk surga dan
dilaknat Allah, 1) Fattat (perempuan yang asal ngomong, biasanya bilang “cenah”
“katanya”); 2) Dayyus (orang yang tidak cemburu ketika istrinya selingkuh).”
Ketika Ustadz Hanan datang ke Papua,
dijemput oleh seorang Bapak di Bandara. Bapak ini bercerita tentang istrinya
yang selingkuh. Bapak itu mengatakan, “Demi anak saya, saya bersabar saja
(dengan perselingkuhan isrinya).” Nah, hal ini tidak boleh. Suami boleh memukul
istri namun tidak melukainya.
Nabi bersabda, “Berbaktilah kepada
orang tua kalian, maka anak kalian akan berbakti kepada kalian.”
Sifat Afiif (orang yang mnejada
iffahnya) bahkan rela mati kelaparan demi menjaga iffahnya. Buah atau kebaikan
bagi orang yang selalu menjaga Iffah yaitu:
1. Digolongkan
diantara ahli surga. Dalam QS. Al-Mu’minun dijanjikan surga Firdaus. Bahkan surga
Firdaus yang dijanjikan. Firdaus dibandingkan dengan surga yang lainnya seperti
surga lainnya dibandingkan dengan dunia. Surga yang lainnya jika dibandingkan
dengan dunia seperti setetes ujung jarum bahkan lebih lemah dari sayap nyamuk.
Nabi bersabda, “Siapa yang menjamin bagi saya, akan menjaga
diantara dua kakinya (kemaluannya) dan menjaga diantara kedua janggutnya
(lisannya), aku jaminkan baginya surga.” (HR. Bukhari) Laki-laki menjaga
kemaluannya dan perempuan menjaga lisannya.
2. Akan
Allah berikan jalan keluar ketika ada musibah dan doanya akan diistijabah
(dikabulkan). Hadisnya tentang 3 orang yang terkurung di dalam gua, orang
pertama mengatakan “Saya selalu berbakti kepada ibu dan tidak pernah
mengecewakannya, jika engkau rela dengan amalku ini maka bukakanlah pintu gua
ini.” Maka terbukalah sedikit pintu gua itu. Lalu orang kedua mengatakan “Saya
punya pekerja yang selalu mengambil upahnya sebelum pulang. Namun suatu hari
dia lupa mengambil upahnya sehingga saya membeli domba dari upahnya tersebut
dan menternakannya sehingga berkembang
biak. Domba-domba itu banyak sehingga memenuhi bukit. Setelah beberapa tahun pekerja
saya itu kembali untuk mengambil upahnya, saya berikan seluruh domba itu
kepadanya hingga tak tersisa seekor domba. (Ini sifatnya wafaa yaitu
menyempurnakan hak orang lain). Jika Engkau rela dengan amalku ini, selamatkanlah
kami.” Maka terbukalah sedikit pintu gua itu. Terakhir, orang ketiga mengatakan,
“Saya punya seorang sepupu yang cantik sekali dan saya menyukainya. Saya
mengajaknya menikah, dia menolak. Suatu ketika, dia butuh sekali pertolongan
saya dan saya bilang, “jika engkau mau saya tolong, berzinalah dengan saya”.
Akhirnya saya tolong dia dan ketika saya sudah berada di atas tubuhnya, saya teringat
kepada Engkau lalu saya berlari karena takut kepada Engkau. Jika engkau rela
dengan ini, maka selamatkanlah kami.
3. Akan
membuahkan baginya cinta yang terindah (jodoh dunia akhirat). Jagalah iffah
karena cinta sejati itu anugerah dari Allah. “Orang yang beriman dan beramal
saleh akan diberikan wuddah (cinta).” Contohnya: Nabi Musa bersama istrinya.
“Syukuri
nikmat jomblo dengan cara menjaga iffah”
Mudah-mudahan
bermanfaat.
Wassalamu’alaykum Warahmatulah
Wabarakatuh...
Komentar
Posting Komentar